Team of Leaders

Sumber gambar : google

Saya yakin banyak diantara kita yang pernah menonton film the Avenger, atau paling tidak pernah mendengarnya. Ya, para Super Hero, seperti Ironman, Captain America, Hulk, Thor, dan lainnya, yang dikumpulkan menjadi satu tim untuk menyelesaikan berbagai persoalan didunia ini.

Rupanya persoalan didunia ini sudah semakin kompleks, sehingga mengumpulkan para Super Hero ini menjadi sebuah urgensi tinggi.

Disisi kehidupan bisnis kita, apapun bidangnya, saya berpendapat Avenger ini menggambarkan kondisi riil yang ada hari ini, yaitu menjadi sebuah kebutuhan bagi sebuah perusahaan untuk mengumpulkan orang2 hebat dibidangnya masing-2, lalu bekerjasama untuk melaju dengan cepat, efektif, serta menghasilkan competitive advantage bagi institusinya agar menang dalam persaingan.

Team of Leaders dimulai dari mana?

Namun demikian, ketika semua orang2 ahli dikumpulkan menjadi satu tim dan bekerja menghasilkan hal2 keren saja tidaklah cukup, sebab harus ada yang mengeksekusinya, menjalankannya & terus mengembangkannya. Sebuah competitive-edge yang kuat akan luntur jika tidak terimplementasi dengan baik hari ini, bahkan pesaing pada saat yang sama juga dengan cepat berupaya untuk menghasilkan keunggulan yang dinanti2 pasar.

Oleh karena itu, yang diperlukan oleh perusahaan hari ini bukanlah seorang pemimpin diposisi puncak saja, dimana semua hal kembali kepadanya, dan secara seorang single-fighter pimpinan ini yang melakukan problem-solving dan decision-making.

Pimpinan puncak memiliki waktu yang terbatas dengan load pekerjaan yang tinggi pula, mereka sudah dipenuhi dengan tantangan dan bagiannya sendiri, untuk itu seorang pemimpin perlu menghasilkan pemimpin-2 lainnya disemua lini, dari posisi teratas struktur organisasi sampai yang terbawah, juga dari kiri ke kanan.

Yang sedang kita bahas disini adalah pemimpin dan jiwa kepemimpinan, bukan pimpinan dengan jabatan2nya, sehingga seorang staf yang memiliki jiwa kepemimpinan memiliki kemampuan paling tidak, memimpin dirinya sendiri, menyelesaikan permasalahannya sendiri, serta mampu ber-inisiatif untuk memberikan gagasan2 serta implementasinya. Pada intinya, seorang staf yang tidak takut menerima tanggungjawab lebih karena gaji tidak naik.

Jika perusahaan Anda sudah berjalan sampai hari ini, dan mampu bersaing ditengah2 kondisi yang ada, kira2 apa yang terjadi jika organisasi Anda ini dipenuhi oleh tim yang memiliki kepemimpinan? Ya, jika dapat di-manage dengan baik, perusahaan Anda akan mengalami percepatan kemajuan, peningkatan produktifitas, dan pembuatan keputusan yang lebih efektif dan permasalahan dapat dipecahkan dengan lebih baik, tidak seperti boomerang, ketika ada masalah dilemparkan kepada atasan dan atasannya lagi dan atasannya lagi.

Langkah-2 mengembangkan Team of Leaders

Ya, tentu mengembangkan jiwa kepemimpinan di tiap2 lini dalam organisasi ini bukanlah pekerjaan sesederhana seperti membalikkan tangan. Membangun Team of Leaders terkait erat dengan budaya organisasi, oleh sebab sebuah proses dibutuhkan dan harus dimulai pembelajarannya & pembiasaannya sedini mungkin.

Kepemimpinan membutuhkan latihan, membuat keputusan yang tepat membutuhkan jam terbang, menyelesaikan masalah dengan berbagai skala itu memerlukan waktu.

Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki potensi kepemimpinan untuk memimpin sebuah proyek perusahaan. Besarnya proyek menyesuaikan dengan kemampuan-nya, tentunya kita tidak akan memberikan proyek ber-resiko tinggi kepada tim yang memiliki jam terbang nol.

Hari ini organisasi sangat luwes dan fleksibel dimana dimungkinkan terjadi banyak kegiatan yang membutuhkan kepanitiaan, disanalah tempat “kawah candra dimuka” dari para potential leaders.

Lalu,…

Langkah lainnya adalah mulai menggunakan peran kita sebagai coach bagi tim kita, dimana kita mulai melatih mereka untuk menggunakan kemampuannya untuk mencapai target pekerjaannya, setting goals, menyelesaikan masalah, dan mendorongnya untuk membuat keputusan sesuai dengan kewenangannya.

Dan yang terpenting adalah kita mampu memberi dorongan dan bergumul bersama ketika tim melakukan keputusan yang tidak tepat, bahkan salah sekalipun. Membiarkan tim membuat kesalahan, akan mendorong kehati2an mereka, meningkatkan kreatifitas mereka, dan keberanian untuk memutuskan dan mengambil resiko, serta bertanggungjawab. Bukankah ini semua adalah ciri2 seorang pemimpin?!

Proses awal dengan sharing

Yang tidak boleh dilupakan dalam membangun Team of Leaders adalah budaya saling sharing, saling terbuka, kolaboratif, dan pimpinan mau mendengarkan ide2 dan gagasan2 dari timnya (bottom-up), sehingga pimpinan tidak senantiasa menggunakan gaya Top-down.

Hal ini akan membuka sendi2 potensi kepemimpinan mereka, serta membangun kebiasaan untuk mengembangkan, merancang, sampai memutuskan hal2 bersama2.

Ada lagi-kah langkah berikutnya?

Sumber gambar : google

Dalam menjalankan proses diatas, seorang pemimpin yang peka dapat melihat, mendengar, dan merasakan siapa saja tim yang memiliki potensi kepemimpinan serta siapa saja yang memiliki potensi lebih tinggi dalam memimpin.

Kita dapat melihat dari cara tim kita memecahkan masalah, membuat keputusan, menjalin hubungan dengan timnya, bagaimana melakukan kesepakatan dengan rekan2nya, dsb. Ya, pada posisi ini kita telah memiliki calon2 pemimpin yang perlu untuk terus kita latih melalui proyek2 yang semakin menantang. Sebab barangsiapa setia pada perkara2 kecil, akan dipercayakan kepadanya perkara2 yang lebih besar.

Apakah kemudian berhenti sampai disana? Tentu saja tidak, sebab kita sedang membangun Team of Leaders, jika memungkinkan, seluruh tim yang berpotensi terus mendapatkan kesempatan dan memiliki kebiasaan seorang pemimpin. Jadi, proses terus dilakukan sembari memberikan mentoring kepada tim yang membutuhkan.

Ya, jika yang tadi kita empowering dengan coaching, kali ini juga kita kombinasikan dengan mentoring bagi para pemula atau tim yang masih membutuhkan bimbingan, dengan harapan tim-2 ini akan mengalami kemajuan dalam kepemimpinannya (stepping-up).

Perjalanan kepemimpinan

 Seorang pemimpin bukan menghasilkan pengikut, melainkan menghasilkan pemimpin2 lainnya. Mengembangkan Team of Leaders, merupakan sebuah perjalanan, diri kita sebagai pemimpin-pun perlu untuk dilatih terus menerus untuk menghasilkan pemimpin2 handal lainnya. Seorang pemimpin memiliki tugas sebagai saluran berkat untuk menjadikan rekan lainnya sebagai pemimpin.

Alhasil, organisasi kita lambat laun ataupun cepat, tergantung pada sumber daya manusia yang ada, mengalami sebuah transformasi, ibarat kepompong yang menjadi kupu2 indah, dan perusahaan kita dipenuhi kupu2 indah yang terbang kesana kemari menghasilkan competitive advantage tersendiri.

Perjalanan ini seperti naik gunung, dimana setiap kali kita melangkahkan kaki kita untuk naik, kita semakin tertantang, dan melihat puncak sebagai focus, seolah kita tidak beranjak, namun ketika kita berhenti sebentar dan melihat kebelakang, ternyata kita sudah berada diketinggian tertentu dan memberikan sukacita tersendiri. Semangat Berjuang!!!

Sumber gambar : google

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of