Anda sedang memilih Pemimpin? Ini kriteria-nya!

Beberapa saat yang lalu ada saudara yang bercerita tentang kebutuhan merekrut pemimpin yang dapat diandalkan dan memimpin bawahannya dengan efektif serta mampu mengembangkan perusahaan-nya pada saat yang sama, dengan demikian belliau dapat fokus hal besar lainnya untuk dikerjakan. Nah, ditengah2 cerita itu beliau tanya kira2 apa ya kriteria dalam memilih pemimpin?

Jika Anda memiliki pertanyaan yang sama, selamat! Anda tidak sendiri, persoalan ini dimiliki oleh banyak orang diberbagai bidang. Sebab, pemimpin memiliki peran central dalam semua bidang diberbagai organisasi, perusahaan, juga pemerintahan.

Sumber gambar : Google

Pemimpin akan memberikan pengaruhnya kepada tim, rekan dan atasannya. Nilai2 kehidupannya, keputusan2, pemikiran2, dan sikap-nya berdampak langsung dan tidak langsung bagi organisasi. Oleh karena itu, memilih pemimpin, merupakan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dengan teliti oleh pemilik perusahaan maupun pemimpin yang sedang merekrut pimpinan dibawahnya.

Kalau begitu, apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih pemimpin? Kriteria pemimpin seperti apa yang dapat menjadi panduan? Untuk menyederhanakan, kriteria-nya kita singkat menjadi 7C Kepemimpin.

1. Character

Sumber gambar : Google

Diatas semuanya, Karakter menjadi prioritas utama dalam memilih pemimpin. Untuk meningkatkan kompetensi, kita dapat melatih-nya, namun berbeda hal-nya ketika karakter-nya buruk. Karakter biasanya dibentuk dari sikap hati, didikan, dan kebiasaan hidupnya.

Diatas semuanya, Karakter menjadi prioritas utama dalam memilih pemimpin. Untuk meningkatkan kompetensi, kita dapat melatih-nya, namun berbeda hal-nya ketika karakter-nya buruk. Karakter biasanya dibentuk dari sikap hati, didikan, dan kebiasaan hidupnya.

Memiliki kompetensi tinggi dan ahli dibidangnya adalah satu hal; namun suka menipu, mencuri dan perkataannya suka bercabang, adalah hal lain. Tentu akan membutuhkan energi, tenaga dan daya upaya yang tinggi untuk mengatasinya, sedangkan kita memiliki hal penting lainnya yang juga membutuhkan daya upaya & konsentrasi yang tinggi.

Nah, kalau begitu karakter seperti apa yang perlu menjadi perhatian? Godly Character menjadi dasar dari karakter lainnya. Harry L. Reeder menulisnya dengan sangat baik dalam bukunya The Leadership Dynamic; “Godly Character is driven by the grace of God, focused on the glory of God, empowered by the spirit of God, and defined by the Word of God – All the while propelled by the love of God.”

Karakter seorang pemimpin itu sangat crucial, sebab karakter akan muncul aslinya dalam situasi tertentu, baik itu dalam tekanan, maupun ketika memegang kekuasaan. Apakah akan berlutut dihadapanNYA, atau malah ingin “makan” orang.

2. Credibility

Sumber gambar : Google

Ya, dalam hal ini masa lalu menjadi penting, dan menjadi catatan sejarah apa saja sepak terjang seorang pemimpin, serta bagaimana isi kehidupannya. Tentu kita tidak menutup kemungkinan seseorang bertobat dalam perjalanannya, ketika terdapat masa lalu yang mungkin kelam, dari seorang calon pemimpin. Namun, sebagai orang percaya kita dapat mengenali apakah seseorang benar2 bertobat atau sedang bermain dalam kata pertobatan. Ini bagian dalam kredibilitas seseorang.

Kredibilitas ini menjadi jejak seorang pemimpin, ada yang mengatakan melalui rekam jejak masa lalu, kita dapat memprediksi kira2 seperti apa dimasa depan.

Setelah kita melihat kredibilitas seseorang dari rekam jejak masa lalunya, kita juga perlu mengamati kredibilitas pemimpin tersebut di masa sekarang. Apakah seseorang memiliki integritas? Apakah seiya sekata antara perkataan dan perbuatan? Apakah orang ini memiliki nilai2 kebenaran dalam dirinya, serta berupaya keras dengan pertolonganNYA dalam menerapkannya di kehidupannya?   

Orang-2 dengan kredibilitas tinggi, dapat dipercaya, diandalkan & memegang nilai2 etika dalam berbisnis & berkarir. Bahasa pendeknya, ketika kita ber-partner dengan orang2 yang kredibel, kita bisa tidur nyenyak tanpa kuatir apa yang hendak dia lakukan!

3. Capability

Sumber gambar : Google

Kriteria ke-3 ketika memilih seorang pemimpin adalah kapabilitas-nya. Saya menemukan banyak pimpinan selevel manager maupun pemilik, yang perlu meningkatkan kemampuan problem-solving dan decision-making-nya.

Akhirnya, banyak masalah yang sama terus timbul, karena belum diselesaikan sampai ke akar permasalahannya. Bisa jadi karena tidak mampu menyelesaikannya, atau pemimpin tersebut tidak dapat melihat permasalahannya ada dimana.

Celaka sekali ketika seorang pemimpin malah menjadi problem-supplier, yang mestinya menjadi problem-solver, akhirnya roda organisasi berkutat dan berputar dipermasalahan yang tidak pernah selesai.

Oleh karena itu, problem solving & decision making menjadi kemampuan penting bagi seorang pemimpin. Kabar baiknya, kita dapat meningkatkan kapabilitas, salah satunya dengan terus latihan menghadapi dan menyelesaikannya masalah yang ada, lalu belajar dari hasil keputusan yang sudah dibuat tersebut.

4. Competency

Sumber gambar : Google

Kompetensi menjadi C yang ke-4 kriteria seorang pemimpin disini. Kredibilitas tanpa kompetensi akan menjadi pedang yang tumpul, tidak dapat digunakan secara maksimal.

Orang dengan kredibilitas tinggi, jujur akhlaknya, namun tak memiliki kompetensi dalam pekerjaan, sayang sekali, sehingga kejujurannya tidak dapat bermanfaat untuk hal2 yang lebih besar dalam karir-nya.

Kita membutuhkan orang2 yang memiliki kompetensi tinggi, ahli dibidangnya, dan juga kredibel, serta memiliki Godly Character. Indah sekali bukan? Namun orang2 seperti ini sungguh jarang, ego seringkali menyeruak ingin berteriak ketika kompetensi seseorang semakin meningkat, dan perlu diingatkan bahwa kompetensi yang dimiliki merupakan pemberian dariNYA.

Apa saja kompetensi yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin? Tentunya kompetensi dalam memimpin dan me-manage orang2 dan perusahaannya menjadi pokok. Kemampuan untuk menjadi role model, mentor, motivator untuk timnya.

Selain itu, kompetensi teknis dibidangnya akan sangat membantu untuk mengerti permasalahan, serta kompetensi berpikir strategis dalam mengembangkan perusahaan.

Kompetensi sama dengan kapabilitas, dapat mengalami peningkatan seiring dengan waktu, melalui jam terbang, serta pelatihan & pendidikan.

5. Compassion

Sumber gambar : Google

Jiwa seorang pemimpin handal tidak-lah lengkah hanya dengan 4 C diatas, diperlukan Compassion untuk melengkapinya menjadi seorang pemimpin yang holistis.

Dalam google translate, Compassion diartikan kasih sayang, dan compassionate memiliki arti belas kasih. “Wah, pemimpin yang memiliki kasih sayang ini jadi mudah dibohongi donk, Pak!” ada yang bertutur demikian, “jika terus mengasihi, anak buah “melunjak” nanti”, imbuhnya.

Ya, tidak jarang orang berpendapat bahwa menjadi seorang pemimpin itu harus terlihat “garang”-nya, tegasnya, kira2 model maskulin begitu. Jika ada kasih disana, dikesankan adanya kelemah-lembutan, yang kemudian diartikan lemah.

Namun, kita memiliki role model yang dahsyat, yaitu ketika kasih dan keadilan menjadi satu diatas kayu salib. Alexander Hill, dalam bukunya Bisnis yang Benar, membahasnya dengan keren, bahwa keadilan tanpa kasih menjadi sebuah kekejaman; dan kasih tanpa keadilan akan memanjakan dan bisa menjadi praktik favoritisme. Oleh karena itu, belajar menyatukan kasih dan keadilan menjadi sebuah proses penyempurnaan seorang pemimpin.

Seorang pemimpin yang sukses itu menggapai kesuksesan tidak sendirian, mereka bersama2 mencapai puncak seperti pendakian gunung secara berkelompok. Oleh karena itu, compassion, menjadi kriteria yang penting bagi pemimpin dalam memimpin pengikut2nya dengan hati, bukan dengan tangan besi.

6. Collaborative

Sumber gambar : Google

Hari ini, kita tidak bisa melewatkan kemampuan untuk ber-kolaboratif. Sekarang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan dunia ini hanya melalui Ironman, Hulk, Captain America secara terpisah, melainkan kolaborasi menjadi Tim Avenger.

Persaingan dan perubahan zaman terjadi sangat cepat dan semakin kompleks, semua ilmu pengetahuan semakin banyak beririsan untuk digunakan dalam mendekati sebuah permasalahan, oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi dari berbagai bidang, lintas generasi, untuk menyelesaikan masalah, atau melakukan inovasi yang dapat menjadi jawaban bagi kebutuhan masyarakan luas.

Untuk itu, kita membutuhkan pemimpin yang berpikiran terbuka (open-minded), bukan berpikir sempit (narrow minded), yang mampu berpikir global (Global-mindset), serta memilki orientasi keberagaman (Diversity-oriented), bukan keseragaman, beragam agama & budaya, beragam pikiran, beragam usia, beragam suku & ras.

7. Communication

Sumber gambar : Google

6 C diatas membutuhkan C yang ke-7 untuk membungkus semuanya, yaitu dengan kemampuan komunikasi yang baik. Jika diibaratkan mobil, komunikasi merupakan oli yang mengoptimalkan kerja mesin.

Komunikasi menjadi pelumas dalam mengimplementasikan ke-6C sebelumnya. Komunikasi yang elok dan anggun menginspirasi banyak orang, komunikasi yang tidak bijak menimbulkan permusuhan dan perselisihan.

Kata-2 seorang pemimpin yang berkharisma sangat mempengaruhi pengikutnya, serta lawannya; oleh karena itu, hendaknya pemimpin dapat berkomunikasi sedemikian rupa sehingga apa yang keluar dari mulutnya boleh membawa berkat, menjadi teladan, memberikan damai sejahtera serta membangun kehidupan yang semakin baik.

Setelah selesai bercerita tentang kriteria pemimpin ini, saudara saya kembali merespon, “wuih, ini sulit sekali, terlalu ideal, bukankah tidak ada orang yang ideal seperti yang kita bicarakan?”

Ya, kita memang sedang mencari pemimpin, bukan mencari malaikat ataupun dewa, dan pemimpin adalah manusia, yang jauh dari kesempurnaan. 7 C diatas dapat menjadi sebuah panduan, dan tolok ukur, bagaimana seorang pemimpin yang hendak kita rekrut.

Jika setiap C kita berikan nilai 1 hingga 10, kira2 berapakah nilai calon pemimpin yang hendak kita rekrut? Dan yang lebih penting adalah, jika nilai tersebut diterapkan pada diri kita sebagai pemimpin, bagaimanakah nilai kita?

Kiranya tulisan ini menjadi panduan dan pemacu bagi kita semua untuk terus meningkatkan setiap C yang kita miliki, dan tentu tidak dengan kekuatan sendiri, melainkan dengan memohon pertolonganNYA, dan memimpin setiap proses penyempurnaan kita dalam memimpin dan memilih pemimpin.

Semangat Berjuang!!!

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments